"Bagaimana rasanya?", Tuh kan, didunia tidak ada yang manis". Segelintir kalimat kalimat diucapkan oleh makhluk bernyawa. Ya, namanya Manusia. Aneh memang jika hidup berterus terus menyalahkan keadaan, menentang zaman, menyerah....
Hidup bukanlah totalitas semata untuk mencari kepopuleran. Hidup juga bukanlah tentang siapa peran, dimana tempat, bagaimana lakonnya.Tapi, hidup ya inilah hidup, apa tujuannya kita untuk hidup, untuk apa kita hidup, apa persiapannya
Bukankah seorang penulis menuliskan ceritanya dengan pena untuk merealisasikan agar cerita tersebut menjadi nyata agar dibaca? Nah, begitupun dengan kenyataan hidup.
Hidup sejatinya tentang mengeja setiap detik, waktu, abad apa yang kita lakukan. Ingat tentang kisah para tokoh terdahulu, ada Rasulullah kan? Nabi kita loh, nabi semua umat islam, yang dalam hidupnya selalu ditentang oleh kaum kafir Quraisy, tapi beliau apa? Tidak pernah sedikitpun untuk menyerah, Tidak pernah yang namanya sedikitpun dendam, ya meski manusia memiliki hawa nafsu. Tidak pernah sedikitpun untuk berfikir "bunuh", karena beliau mengaksikan semua amanah dari Allah apa yang sepatutnya didakwahkan kepada umatnya.
Jadi, kita hidup hanya singgah lalu pulang. Simple. Tidak perlu untuk membuang tenaga agar dipandang wahh oleh orang lain, tidak perlu mencari kepopuleran didunia yang hanya fana ini. Biar apa? Bukankah semua gerak gerik yang selama ini dilakukan, akan ada pertanggungjawabannya?
Komentar
Posting Komentar