Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label CERPEN

PERIHAL TANYA DAN KEMBALI

Untuk perihal kata rumor,  terdapat dua jawaban antara benar dan salah atau iya dan tidak . Diantara pilihan dua itu, apa yang ia ingin tahu dapat ku katakan iya dalam sudut pandangku dengan beberapa konteks misalnya. Namun, tidak dalam sudut pandangnya (entah dalam konteks apa). Rumor kan, hal yang belum benar dan harus dipastikan.   " Rumor yang dulu itu benar, Sen?" Aku menoleh pada sumber suara yang membuyarkan lamunanku, ia sedang merapihkan jam tangan silver di sebelah tangan kirinya dengan menggendong setengah tas ransel dipundaknya. Arah pandangnya bukan padaku, tapi pada jam tangan yang sedang ia benarkan itu dengan tunduk tidak tegak. Namun, tidak terlalu tunduk. Untuk kedatangannya, aku tidak tahu pasti. Yang lebih pasti, ia sudah ada di sampingku sejak aku sedang menunggu angkutan untuk pulang. Lalu lalang kendaraan tidak berhenti menyapu jalanan pada sore kali ini. Langit yang sedikit sendu namun tidak terlalu mendung. Halte  Bus yang sudah dipenu...

PENGAWALAN

   Apakah sebuah penolakan berupa bentuk akhir yang tersirat?apakah sebuah cerita tanpa nama harus usai?apakah untuk memulai perbincangan harus sama sama kalah dengan ego? Perlu ku tekankan lagi, apakah dengan penolakan semuanya harus usai? Tak ada satu hal permulaan, tak ada interaksi begitupun sebaliknya.  Tak ada yang memulai tak ada interaksi. drrrttttttt .......... dering panggilan telepon dari samping tempat duduk yang aku tempati, hanya suara itu yang memecah keheningan kami selain suara lalu lalang kendaraan.  Kami saat ini sedang menunggu angkutan umum, ku pikir setelah 2 tahun kami tidak bertemu, nyatanya semesta tidak berpihak terhadap do'a yang dulu aku semogakan dan ku pikir semuanya akan berbeda ternyata tetap sama. Ia akan terus diam dan tetap diam terkecuali ada satu hal yang mulai perbincangan ia akan bersuara.  "Iya kenapa?"itu suara dia, bukan padaku. Melainkan pada suara sebrang di teleponnya itu. Entah apa yang sedang mereka bicarakan, aku...

Cerpen Tema Sosial "Jalan Pulang"

Jalan Pulang Karya : Dini Aulia Rahmadiani              Tidak ada yang mustahil bagi semesta bukan? Kehilangan orang yang benar benar kita sayangi telah pergi menemukan jalannya untuk selamanya. Meninggalkan Jejak kenangan bagi setiap Insan dekatnya.      Adzan maghrib berkumandang dengan indahnya melantunkan lafadz suci sampai terdengar menembus euforia rumahku kebetulan jarak rumahku ke masjid lumayang dekat. Terdengar Na da dering berbunyi dari handphone ku ternyata sebuah pesan masuk dari Aplikasi WhatsApp "Sampaikan ke Nenek dan Saudara di Cirebon, minta do'anya supaya mamah cepat sembuh" Pungkasnya pada sebuah pesan yang dikirimkan oleh bibiku ketika aku sedang main WIFI dirumahku "Iya bi" Balasku pada pesan tersebut                      Setelahnya, aku beranjak dari kursi untuk mengambil makanan dan menyetel televisi. Kebetulan  aku sedang tidak melaksanakan sholat dan ib...