Kata orang, kehidupan yang wahh, membuat seseorang bisa dapatkan apa yang dia mau. Katanya "dia mah gampang masuk sini, orangtuanya punya perekenomian tercukupi, punya banyak uang, apa apa pasti bisa. Gak perlu belajar pun, dengan uang pasti bisa, masa depan pasti terjamin".
Kalimat yang memang hanya fiktif belaka, bukan seluruh tapi sebagian orang mengatakan ini.
Ya, privilege kadang kala menjadi pembanding hidup orang dengan orang lain. Selalu merasa minder atau insecure?
Privilege bukan untuk pembanding. Privilege bukanlah latar belakang dalam meraih sesuatu yang memang benar-benar kita inginkan, namun pupus begitu saja. Sejatinya orang dengan privilege dengan orang yang tidak memiliki privilege, itu 'sama saja'.
Yang mendasari kita untuk mencapai sebuah progres sampai pada tujuan ya diri kita. Privilege hanya untuk sebatas peluang.
Setiap orang memiliki hak untuk memposisikan dirinya seperti apa, jadi apa, dan menempuh pendidikannya dimana darimanapun dia berasal, bagaimanapun latar belakangnya tanpa ada pandangan 'privilege'. Ya memang kenyataannya tidak sedikit orang juga merelakan apa yang dia inginkan oleh berbagai faktor, misal pendidikan ya faktornya dari keuangan, krisis ekonomi atau tidak adanya fasilitas.
Privilege memang bukan 'dasar' dari sebuah kata sukses dari progres, bukankah seorang pelayar untuk menyebrangi lautan pun ada ombaknya? Coba kalau dibalik, bukankah seorang petarung yang hebat jika tidak ada hambatan tidak akan sampai pada kata sukses?
Sejatinya privilege bukanlah totalitas semata seseorang untuk mencapai apa yang dia inginkan. Sekali lagi hidup dengan privilge atau dengan tanpa privilege sama saja, yang membedakan hanya diri kita. Bagaimana menyikapinya, bagaimana menjalaninya. Istilahnya kembali lagi kepada diri kita sendiri.
Setiap orang memiliki cara suksesnya sendiri. Versinya tersendiri.
Dan terakhir, privilege seperti garis start, ibaratnya orang dengan privilege kecil mulai di 0 km, sedangkan yang memiliki privilege mulai di 90 km. Tujuannya sama, tetapi progress nya berbeda.
Ki Hajar Dewantara berkata :
"Percaya, tegas, penuh ilmu hingga matang jiwanya, serta percaya diri, tidak mudah takut, tabah menghadapi rintangan apapun".
Jadi, asal mau pasti bisa. Semua yang kita inginkan akan terwujud jika kita beraksi dan mau berusaha.
Komentar
Posting Komentar