Langsung ke konten utama

Sukses tentang Privilege?

Kata orang, kehidupan yang wahh, membuat seseorang bisa dapatkan apa yang dia mau. Katanya "dia mah gampang masuk sini, orangtuanya punya perekenomian tercukupi, punya banyak uang, apa apa pasti bisa. Gak perlu belajar pun, dengan uang pasti bisa, masa depan pasti terjamin". 

Kalimat yang memang hanya fiktif belaka, bukan seluruh tapi sebagian orang mengatakan ini. 

Ya, privilege kadang kala menjadi pembanding hidup orang dengan orang lain. Selalu merasa minder atau insecure?

Privilege bukan untuk pembanding. Privilege bukanlah latar belakang dalam meraih sesuatu yang memang benar-benar kita inginkan, namun pupus begitu saja. Sejatinya orang dengan privilege dengan orang yang tidak memiliki privilege, itu 'sama saja'. 

Yang mendasari kita untuk mencapai sebuah progres sampai pada tujuan ya diri kita. Privilege hanya untuk sebatas  peluang.  

Setiap orang memiliki hak untuk memposisikan dirinya seperti apa, jadi apa, dan menempuh pendidikannya dimana darimanapun dia berasal, bagaimanapun latar belakangnya tanpa ada pandangan 'privilege'. Ya memang kenyataannya tidak sedikit orang juga merelakan apa yang dia inginkan oleh berbagai faktor, misal pendidikan ya faktornya dari keuangan, krisis ekonomi atau tidak adanya fasilitas.

Privilege memang bukan 'dasar' dari sebuah kata sukses dari progres, bukankah   seorang pelayar untuk menyebrangi lautan pun ada ombaknya? Coba kalau dibalik, bukankah seorang petarung yang hebat jika tidak ada hambatan tidak akan sampai pada kata sukses?

Sejatinya privilege bukanlah totalitas semata seseorang untuk mencapai apa yang dia inginkan. Sekali lagi hidup dengan privilge atau dengan tanpa privilege sama saja, yang membedakan hanya diri kita. Bagaimana menyikapinya, bagaimana menjalaninya. Istilahnya kembali lagi kepada diri kita sendiri. 

Setiap orang memiliki cara suksesnya sendiri. Versinya tersendiri.

Dan terakhir, privilege  seperti garis start, ibaratnya orang dengan privilege kecil mulai di 0 km, sedangkan yang memiliki privilege mulai di 90 km. Tujuannya sama, tetapi progress nya berbeda. 

Ki Hajar Dewantara berkata :  
"Percaya, tegas, penuh ilmu hingga matang jiwanya, serta percaya diri, tidak mudah takut, tabah menghadapi rintangan apapun".
Jadi, asal mau pasti bisa. Semua yang kita inginkan akan terwujud jika kita beraksi dan mau berusaha.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

5 Tips Menumbuhkan Semangat di Masa Muda

  “5 Tips Menumbuhkan Semangat Di Masa Muda” Fitrah manusia sebagai Gharizah Tadayyun, begitu pula pada para pemuda. Pemuda merupakan Khalifatul Ard penerus generasi emas selanjutnya. Pemuda juga merupakan manusia dengan pemikiran lebih kreatif, imajinatif, dan inovasi. Dan pemuda juga merupakan roda penggerak bangsa dalam kehidupan serta petarung hebat yang berani mencoba dan mengambil risiko. Begitu pula pada perannya yang sangat berpengaruh untuk mendakwahkan kebenaran di tengah porak poranda Dunia. Diantara kiat kiat menumbuhkan semangat di masa Muda, diantaranya : 1.   Melakukan Self   Efficacy ( Yakin aja dulu )      Melansir dari ig @psycircle.id Self Eficacy merupakan keyakinan seseorang bahwa ia bisa melakukan suatu tugas atau prilaku dengan hasil yang sesuai diinginkan. Menurut Bandura ( 1994 ) menyatakan bahwa self efficacy akan memengaruhi pilihan prilaku yang dilakukan,   berapa besar usaha yang dikeluarkan, serta ...

Tentang Merdeka

Sudahkah Kita Merdeka ? Sudah tidak asing lagi dengan kata 'Merdeka' diseluruh pelosok negeri, pelosok dunia sudah sangat kental dengan namanya 'merdeka'. Tepat 2 hari sudah kita merayakan kemerdekaan , mengulang tahun kebebasannya negeri ini dari  keterjajahan bangsa penjajah dahulu. Dibumbui dengan kemeriahan, tak lupa kontribusi dari setiap para pemuda. Lantas dengan kata Merdeka, apakah sudah benar benar merdeka? Apakah diri kita sudah merdeka? Apakah diri kita sudah merdeka dari rasa keterjajahan hawa nafsu? Sering kali merdeka hanya sampai pada ucapan semata, namun tidak sesinkron dengan hati. Seringkali juga banyak korupsi, korupsi uang maupun korupsi waktu yang telah Allah beri. Selalu merasa kurang, dan tidak pandai bersyukur Menurut kacama Islam, merdeka adalah terbebas dari segala penghambatan dan hanya totalitas kepada Allah swt. Sebagaimana Islam datang untuk membebaskan manusia dari segala bentuk penghambatan, memberantas kedzaliman serta menegakkan keadil...