Sebuah 'Pilihan' untuk Diri
"Jadi, pilihanmu apa?"Suara dari arah samping tempatku kini. Jaraknya hanya 5 cm dari tempat dudukku. Mengagetkanku saja, gumamku.
"Pilihan?"Tanyaku balik, meminta kejelasan apa maksud dia berbicara seperti itu.
"Hm... kamu punya pilihan kan?mau ikut dengan pilihanmu atau pilihan yang tidak kamu mau? pilihan Tuhan maksudnya, tapi lewat perantara orang tuamu mungkin?"
Kini pertanyaannnya lantang diucapkan, matanya menatap ke arah tempat dudukku, menunggu jawaban. dengan berat, mungkin jawabannya "masih rumpang", ku jawab lagi "buntu, mungkin nanti temunya"
"Kapan?"tanyanya lagi, penasaran. Dengan helaan nafas, langsung ku jawab
"Selama takdir berkata iya"tambah lagi "dan Diri menerima"ucapku jelas, membuat ia manggut- manggut. Namun, kelihatannya masih ada yang menjanggal.
"Meskipun bukan itu yang kamu mau?"aku tersenyum miris, pertanyaannnya seakan tau apa yang sebenarnya harus aku lakukan untuk hidupku.
"Semua manusia juga ingin memilih pilihan dan jalan yang ia mau. Tapi harus sadar, tuhan punya kenyataan dari harapan kita sendiri....."lanjut ku tambahkan "meskipun yang disangka pahit, tapi kenyataannya tidak"
"Tapi, rasanya tidak enak didiri kamu kan Biru?"Lagi, pertanyaanya membuatku hampir kehabisan kata 5 detik ku jawab. "Perihal takdir memang sulit untuk diterima, manusia hanya perlu menerima dan menjalankan. Tenang, tuhan tau apa yang kita butuhkan, bukan yang kita inginkan. Nanti juga terbiasa, meskipun penerimaannya butuh proses".
__________________________________________________________________
Ada kalimat mengatakan bahwwa "Damailah terhadap apa yang tidak bisa kamu ubah"
Benar. Perihal perjalanan hidup atau takdir kita tidak pernah tahu alurnya bagaimana. Yang manusia tahu, yaitu terhadap keadaan atau pilihan yang menghampiri dirinya. Bagaimanapun juga, ini jalan terbaik yang memang seharusnya dipilih meskipun penerimaannya cukup perlu waktu.
Penerimaan memang sulit untuk kita terima. Tapi dengan hal itu kita akan melihat hikmah atau dampak yang kita dapatkan karena dengan hak itu merupakan 'jawaban Tuhan langsung, lewat perantara manusia'
Komentar
Posting Komentar