Langsung ke konten utama

Salahuddin Al Ayyubi Masa Kini.

 

Insan Mulia

Karya : Dini Aulia Rahmadiani

 

Banyak tangis yang bersuara
Menuai sendu di kala sunyi
Sedari hidup dengan penuh asa
Tanpa adanya kata kebebasan  dimuka bumi yang mereka tempati
 
Banyak duka didunia mereka
Seolah dunianya seperti bui
Yang menginginkan ketenangan dalam ibadahnya
Berharap konflik ini usai
 
Banyak insan dalam syahidnya
Ketika mereka telah dulu pulang ke hadapan illahi
Dengan raga yang sedang menjalankan sebuah tanggung jawabnya
Mempertahankan bangunan suci
 
Ketika mereka menggema
Ketika mereka kini
Menggemakan takbir dalam siangnya
Dalam malam, sore dan pagi
 
Allahu Akbar!Allahu Akbar!Allahu Akbar!
Ketika mereka mempertahankan hak mereka terhadap masjid ini
Masjid suci yang dibangun Rasulullah
Masjidil  Aqsa
 
Sungguh mulianya akhlaq para mujahid ini bukan?
Ketika kami yang dengan mudahnya menggapai
Sebuah ketenangan, Sebuah ketentraman
Dalam tidurnya, dalam makannya dalam ibadahnya kepada sang illahi
 
Tuhan…
Inikah yang disebut Salahuddin Al Ayyubi?
Inikah yang disebut nirwana kota?
Inikah yang disebut dengan para mujahid masa kini?
 
Sungguh besar jasamu manusia mulia
Dalam menghadapi kenyataan pahit dunia ini
Bahwa negaramu sulit untuk merasa
Aman dari semua tentara penjajah Yahudi
 
Semesta tidak pernah tidur wahai insan mulia
Kalian semua berhak mendapati
Sebuah kenikmatan yang dinantikan diakhir hayatnya
Pada saat Yaumul Mizan nanti
 
 
 #Save Palestina
 
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tentang Merdeka

Sudahkah Kita Merdeka ? Sudah tidak asing lagi dengan kata 'Merdeka' diseluruh pelosok negeri, pelosok dunia sudah sangat kental dengan namanya 'merdeka'. Tepat 2 hari sudah kita merayakan kemerdekaan , mengulang tahun kebebasannya negeri ini dari  keterjajahan bangsa penjajah dahulu. Dibumbui dengan kemeriahan, tak lupa kontribusi dari setiap para pemuda. Lantas dengan kata Merdeka, apakah sudah benar benar merdeka? Apakah diri kita sudah merdeka? Apakah diri kita sudah merdeka dari rasa keterjajahan hawa nafsu? Sering kali merdeka hanya sampai pada ucapan semata, namun tidak sesinkron dengan hati. Seringkali juga banyak korupsi, korupsi uang maupun korupsi waktu yang telah Allah beri. Selalu merasa kurang, dan tidak pandai bersyukur Menurut kacama Islam, merdeka adalah terbebas dari segala penghambatan dan hanya totalitas kepada Allah swt. Sebagaimana Islam datang untuk membebaskan manusia dari segala bentuk penghambatan, memberantas kedzaliman serta menegakkan keadil...

PERIHAL TANYA DAN KEMBALI

Untuk perihal kata rumor,  terdapat dua jawaban antara benar dan salah atau iya dan tidak . Diantara pilihan dua itu, apa yang ia ingin tahu dapat ku katakan iya dalam sudut pandangku dengan beberapa konteks misalnya. Namun, tidak dalam sudut pandangnya (entah dalam konteks apa). Rumor kan, hal yang belum benar dan harus dipastikan.   " Rumor yang dulu itu benar, Sen?" Aku menoleh pada sumber suara yang membuyarkan lamunanku, ia sedang merapihkan jam tangan silver di sebelah tangan kirinya dengan menggendong setengah tas ransel dipundaknya. Arah pandangnya bukan padaku, tapi pada jam tangan yang sedang ia benarkan itu dengan tunduk tidak tegak. Namun, tidak terlalu tunduk. Untuk kedatangannya, aku tidak tahu pasti. Yang lebih pasti, ia sudah ada di sampingku sejak aku sedang menunggu angkutan untuk pulang. Lalu lalang kendaraan tidak berhenti menyapu jalanan pada sore kali ini. Langit yang sedikit sendu namun tidak terlalu mendung. Halte  Bus yang sudah dipenu...

Mungkin ini hanya sepintas.

Singkat Rindu yang bersuara pada aksara  Bungkam pada tanya kala malam Padamu, ku semoga kan selalu aman  Tetap terjaga dari riuhnya angin malam yang menyapa. Terima kasih untuk kemarin. ___  "Mau berbicara tentang apa lagi?"Tanyanya waktu itu dia bilang gitu. Malam malam yang ku rasa itu bukan menjadi pertanyaan akhir dalam obrolan kami. "Lanjut besok, sudah malam" Seharusnya berlanjut. Namun, ini kalimat akhir yang belum diselesaikan kelanjutannya. Dan ini penghujung Januari. Setelah seminggu berlalu, semuanya kembali ke awal. Aku pada duniaku dan dirinya pada dunianya. Tak ada lagi kabar yang selalu muncul dalam notifikasi di handphone. Bahkan, kami seperti dua orang asing yang tidak pernah saling kenal. 'Setelah ini, Kami melanjutkan perjalanan pada dua jalur tak searah' Kamu ada dalam ceritaku. - 29 Januari 2024